Strategi Meningkatkan Kemampuan Menyimak

6 Des

Ada dua istilah dalam bahasa Indonesia yang artinya berhubungan dengan konsep menyimak, yaitu mendengar dan mendengarkan. Mendengar berarti dapat menangkap bunyi dengan telinga tanpa adanya unsur kesengajaan. Mendengarkan berarti mendengar sesuatu bunyi tetapi dibarengi dengan adanya unsur kesengajaan, sedangkan menyimak berarti mendengarkan dengan baik-baik, dengan penuh perhatian tentang apa yang diucapkan oleh seseorang ataupun yang lain, adanya kemampuan menangkap dan memahami makna pesan yang terkandung dalam bunyi serta unsur kesanggupan mengingat pesan (Soedjiatno, 1982:5, Tarigan, 1991:3-4).
Jadi, menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interprestasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang terkandung di dalamnya.
Menyimak melibatkan pendengaran, penglihatan, penghayatan, ingatan, pengertian. Bahkan situasi yang menyertai bunyi bahasa yang disimakpun harus diperhitungkan dalam menentukan maknanya.

1. Pendekatan dalam menyimak
Pendekatan dalam menyimak yaitu bottom-up dan top-down. Bottom-up mengacu pada penggunaan data yang masuk sebagai sumber informasi tentang suatu pesan. Pendekatan bottom-up ini dimulai dari menganalisis pesan yang diterima berdasarkan organisasi bunyi, kata, kalimat sampai pada proses penerimaan makna. Jadi, pendekatan menyimak jenis ini dipandang sebagai proses penafsiran pesan (decoding).
Pendekatan menyimak top-down mengacu pada suatu proses yang menggambarkan pengetahuan latar (back ground knowledge) dalam memahami maksud suatu pesan. Dalam pendekatan ini, penyimak dibantu memahami pesan dan teks lisan dengan bantuan pengetahuan lainnya. Ada beberapa bentuk pengetahuan latar diantaranya adalah pengetahuan tentang topik suatu wacana, situasi, kontekstual ataupun pengetahuan yang telah menjadi memori bagi seseorang berupa skema.
Dalam pendekatan menyimak jenis top-down, pengetahuan awal (prior knowledge) memiliki peranan yang penting karena pengetahuan awal tersebut dapat membantu penyimak dalam memahami simakan. Pendekatan jenis ini digunakan oleh penyimak apabila ia memiliki latar belakang pengetahuan dan penguasaan bahasa yang memadai dan apabila ada isyarat-isyarat dalam teks yang dapat mengaktifkan skemata.

2. Pengajaran menyimak
Faktor penting dalam menyimak adalah keterlibatan penyimak dalam berinteraksi dengan pembicara. Aktivitas menyimak merupakan aktivitas yang focus sehingga memerlukan konsentrasi penuh. Salah satu langkah penting dalam mengembangkan kemampuan menyimak siswa adalah meminimumkan gangguan fisik di dalam lingkungan kelas. Hal-hal yang menghambat tersebut antara lain ruang yang bising, ventilasi yang kurang memadai keramaian kelas sebelah, atau ruangan yanterlalu panas atau dingin.
Anderson (dalam Numan, 1991:25) mengemukakan bahwa kesulitan dalam menyimak dipengaruhi oleh beberapa factor berikut.
1. Susunan informasi
2. Latar belakang pengetahuan penyimak mengenai tofik yang disimak
3. Kelengkapan dan kejelasan
4. pembicara lebih banyak menggunakan kata ganti daripada kata benda secara lengkap
5. yang dideskripsika dalam teks yang disimak mengandung hubungan stategis

3. Tahap-tahap dalam menyimak
Berdasarkan keteraguan dan pendapat para ahli pengajaran bahasa tersebut berkesimpulan bahwa menyimak adalah suatu proses. Proses menyimak tersebut mencakup enam tahap, yakni:
1. mendengar
2. mengidentifikasikan
3. menginterpretasi
4. memahami
5. menilai
6. menanggapi
Dalam tahap mendengar, penyimak berusaha menagkap pesan pembicara yang sudah diterjemahkan dalam bentuk bunyi bahasa. Untuk menangkap bunyi bahasaitu diperlukan telinga yang peka dan perhatian terpusat.
Bunyi yang sudah ditangkap perlu diidentifikasi, dikenali dan dikelompokkan menjadi suku kata, kata, kelompk kata, kalimat, paragraf, atau wacana. Pengidentifikasian bunyi bahasa akan semakin sempurna apabila penyimak memiliki kemampuan linguistik.
Kemudian, bunyi bahasa itu perlu diinterprestasikan maknannya. Perlu diupayakan agar interpretasi makna ini sesuai atau mendekati makna yang dimaksudkan oleh pembicara.
Setelah proses penginterpretasian makna selesai, maka penyimak dituntut untuk memahamiatau menghayati makna itu. Hal ini sangat perlu buat langkah berikutnya, yakni penilaian.
Makna pesan yang sudah dipahami kemudian ditelaah, dikaji, dipertimbangkan, dikaitkan dengan pengalaman, dan pengetahuan penyimak. Kualitas hasil penilaian sangat tergantung kepada kualitas pengetahuan dan pengetahuan penyimak.
Tahap akhir dari proses menyimak ialah menanggapi makna pesan yang telah selesai dinilai. Tanggapan atau reaksi penyimak terhadap pesan yang diterimanya dapat berujud berbagai bentuk seperti mengagguk-angguk tanda setuju, mencibir atau mengerjakan sesuatu.

4. Jenis-jenis menyimak
Menurut Dawson dalam Tarigan, jenis menyimak dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu:
1. Menyimak ekstensif
2. Menyimak intensif

1. Menyimak ekstensif
Menyimak ekstensif merupakan kegiatan menyimak yang berhubungan dengan hal-hal yang umum dan bebas terhadap suatu bahasa. Dalam prosesnya di sekolah tidak perlu langsung di bawah bimbingan guru. Pelaksanaannya tidak terlalu dituntut untuk memahami isi bahan simakan. Bahan simakan perlu dipahami secara sepintas, umum, garis besarnya saja atau butir-butir yang penting saja.
Jenis menyimak ekstensif dapat dibagi empat:
a) Menyimak sekunder
Menyimak sekunder adalah sejenis mendengar secara kebetulan, maksudnya menyimak dilakukan sambil mengerjakan sesuatu.
b) Menyimak estetik
Dalam menyimak estetik penyimak duduk terpaku menikmati suatu pertunjukkan misalnya, lakon drama, cerita, puisi, baik secara langsung maupun melalui radio. Secara imajinatif penyimak ikut mengalami, merasakan karakter dari setiap pelaku.
c) Menyimak pasif
Menyimak pasif merupakan penyerapan suatu bahasa tanpa upaya sadar yang biasanya menandai upaya penyimak pada saat belajar dengan teliti.
d) Menyimak sosial
Menyimak ini berlangsung dalam situasi sosial, misalnya orang mengobrol, bercengkrama mengenai hal-hal menarik perhatian semua orang dan saling menyimak satu dengan yang lainnya, untuk merespon yang pantas, mengikuti bagian-bagian yang menarik dan memperlihatkan perhatian yang wajar terhadap apa yang dikemukakan atau dikatakan orang.

2. Menyimak intensif
Menyimak untuk jenis ini bahan-bahan yang disimak harus dipahami serta dirinci, diteliti dan lebih mendalam. Oleh karena itu perlu adanya pengawasan, bimbingan dari guru.
Adapun yang tergolong menyimak intensif ada lima yaitu:
a) Menyimak kritis
Menyimak dengan cara ini bertujuan untuk memperoleh fakta yang diperlukan. Penyimak menilai gagasan, ide, informasi dari pembicara.
b) Menyimak konsentratif
Menyimak konsentratif merupakan kegiatan untuk menelaah pembicaraan/hal yang disimaknya. Hal ini diperlukan konsentrasi penuh dari penyimak agar ide dari pembicara dapat diterima dengan baik.
c) Menyimak kreatif
Menyimak kreatif mempunyai hubungan erat dengan imajinasi seseorang. Penyimak dapat menangkap makna yang terkandung dalam puisi dengan baik karena ia berimajinasi dan berapresiasi terhadap puisi itu.
d) Menyimak interogatif
Menyimak interogatif merupakan kegiatan menyimak yang menuntut konsentrasi dan selektivitas, pemusatan perhatian karena penyimak akan mengajukan pertanyaan setelah selesai menyimak.
e) Menyimak eksploratori
Menyimak eksploratori atau menyimak penyelidikan adalah sejenis menyimak dengan tujuan menemukan;
a. hal-hal baru yang menarik,
b. informasi tambahan mengenai suatu topik,
c. isu, pergunjingan atau buah bibir yang menarik.

referensi:

hrbrata.blog.plasa.com/…/bahasa-indonesia-sekolah-dasar/

gumawangcity.blogspot.com/2007/…/hakikat-menyimak.html

jupriyantojbu.blogspot.com/2009/02/pemb.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: